← Kembali ke Berita
PRESTASI UNGGULAN

Maniska Team Ukir Prestasi di NE2C 2026 melalui Inovasi Pakan Berbasis Lemna minor

MANISKA TEAM
Bagikan:
Maniska Team Ukir Prestasi di NE2C 2026 melalui Inovasi Pakan Berbasis Lemna minor
Maniska Team Ukir Prestasi di NE2C 2026 melalui Inovasi Pakan Berbasis Lemna minor

Bangkalan, 19 September 2026 — Dua santri MA Nurul Islam Karangcempaka, Bluto, Sumenep, kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Melalui Maniska Team, Malika Ziyan Dzakia dan Alhena Chika Chaerunnisa berhasil meraih Juara 3 Best Sustainable Economy Essay dalam ajang National Economic Essay Competition (NE2C) 2026 yang digelar Program Studi Ekonomi Pembangunan Universitas Trunojoyo Madura (UTM).

Kompetisi tersebut mencapai babak puncak pada Sabtu (19/9/2026) di Universitas Trunojoyo Madura, Bangkalan.

Dalam kompetisi ini, Malika dan Alhena membawa gagasan bertajuk “Dari Gulma Menjadi Berdaya: Inovasi Mata Lele (Lemna minor) sebagai Pakan dalam Ekonomi Sirkular.”

Melalui karya tersebut, keduanya menawarkan pemanfaatan mata lele atau Lemna minor, tanaman air yang kerap dianggap sebagai gulma, sebagai alternatif bahan pakan yang dapat dikembangkan dalam kerangka ekonomi sirkular.

NE2C 2026 diikuti oleh 142 peserta yang tergabung dalam 71 tim dari berbagai wilayah di Indonesia. Para peserta berasal dari sejumlah daerah, antara lain Flores, Aceh, Bali, Malang, serta berbagai daerah lainnya.

Persaingan berlangsung melalui beberapa tahapan. Pendaftaran dibuka pada 1–31 Agustus 2026, kemudian dilanjutkan dengan technical meeting pada 5 September. Peserta selanjutnya mengumpulkan naskah esai pada 10 September dan mengikuti presentasi karya pada 12 September sebagai bagian dari proses seleksi.

Tim yang berhak melanjutkan ke babak final diumumkan pada 15 September 2026. Para finalis kemudian kembali berkompetisi dalam rangkaian puncak NE2C 2026 yang berlangsung pada 19 September 2026 di kampus UTM, Bangkalan.

Karya Maniska Team bersaing dalam kategori Best Sustainable Economy Essay. Kategori tersebut mewadahi berbagai gagasan yang berkaitan dengan ekonomi hijau (green economy), ekonomi sirkular (circular economy), transisi energi, hingga pengembangan energi terbarukan.

Bagi Malika Ziyan Dzakia, atau yang akrab disapa Zizi, pencapaian tersebut memiliki kesan tersendiri. Pasalnya, NE2C 2026 menjadi pengalaman pertamanya mengikuti kompetisi esai.

“Saya sangat bersyukur atas prestasi yang diraih. Ini merupakan pengalaman pertama saya mengikuti lomba esai. Saya juga sangat berterima kasih kepada semua pihak, kepada Kiai dan Nyai di pondok, orang tua kami, keluarga besar MA Nurul Islam, serta semua pihak yang tidak bisa kami sebutkan satu per satu,” ujar Zizi.

Hal senada disampaikan rekannya, Alhena Chika Chaerunnisa. Santri yang akrab disapa Chika tersebut mengaku senang dapat memperoleh pengalaman sekaligus prestasi melalui kompetisi tingkat nasional itu.

“Saya sangat senang dan bangga bisa mendapatkan prestasi ini. Semoga pengalaman dari kompetisi ini bisa menjadi motivasi untuk terus belajar dan mengembangkan kemampuan,” ungkap Chika.

Kepala MA Nurul Islam Karangcempaka, Mathlub Anshori, turut mengapresiasi capaian yang diraih kedua santrinya. Menurutnya, prestasi tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai pencapaian bagi satu tim, tetapi juga mampu menumbuhkan semangat berprestasi bagi santri lainnya.

“Kami sangat senang dan bangga atas prestasi yang diraih Maniska Team. Semoga prestasi ini bisa memberikan manfaat bagi semuanya dan menjadi motivasi bagi santri-santri yang lain untuk terus berprestasi,” tutur Mathlub Anshori.

Keberhasilan Maniska Team di NE2C 2026 turut menunjukkan kemampuan santri dalam mengembangkan gagasan yang tidak hanya bersifat akademis, tetapi juga berkaitan dengan persoalan ekonomi dan lingkungan.

Melalui pemanfaatan Lemna minor, Malika dan Chika mencoba melihat potensi dari tanaman yang selama ini kerap dipandang sebagai gulma menjadi sesuatu yang mempunyai nilai guna. Gagasan tersebut kemudian dikembangkan sebagai alternatif pakan dengan pendekatan ekonomi sirkular.

Prestasi di tingkat nasional ini diharapkan semakin mendorong budaya menulis, meneliti, dan berinovasi di lingkungan MA Nurul Islam Karangcempaka. Selain itu, capaian tersebut menjadi dorongan bagi para santri untuk semakin percaya diri membawa gagasan mereka ke berbagai forum dan kompetisi ilmiah di tingkat yang lebih luas.